Sosok Ibu Risma Dibalik Penobatan Surabaya Kota Paling Ramah Lingkungan

ARAK-ARAKAN ADIPURA

IndonesiaBetter- Surabaya boleh jadi hanya merupakan kota metropolitan kedua setelah Jakarta dalam segi anggaran maupun pendapatan daerah. Akan tetapi warga Surabaya boleh berbangga setelah dinobatkan menjadi Kementerian Lingkungan Hidup sebagai Kota yang paling ramah lingkungan SeIndonesia. Predikat ini layak disandangkan kepada Kota Surabaya setelah menyabet tiga gelar bakti terhadap lingkungan seperti Adipura Kencana, Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwastra Tantra. Gelar Adipura Kencana merupakan penghargaan yang diraih oleh kota paling bersih SeIndonesia, sementara kinerja pengurangan sampah merupakan penghargaan khusus atas prestasi Kota Surabaya mengurangi jumlah sampah terutama sampah plastik, dan Nirwastra Tantra merupakan penghargaan bagi Surabaya karena berhasil menerapkan green city concept. Gelar nasional inipun turut melengkapi gelar yang telah diraih oleh Kota Surabaya selama dipimpin oleh Ibu Tri Rismaharini macam The GuangZhou Award 2018, Lee Kuan Yew  Honorable Special Mention 2018 hingga penghargaan Global Green City dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mewujudkan Surabaya Ramah Lingkungan

Tak dapat diragukan lagi penghargaan-penghargaan yang diraih oleh Kota Surabaya ini merupakan perwujudan dari komitmen Walikota Ibu Risma untuk membawa perubahan besar di Kota Surabaya.  Walikota yang sempat mengenyam pendidikan manajemen kota ini memang terkenal sangat perhatian terhadap kondisi lingkungan kota. Masih ingat dalam ingatan kita Ibu Risma pernah turun langsung memarahi salah satu perusahaan eskrim terkemuka di Indonesia yang merusak Taman Bungkul di Surabaya pada tahun 2014 lalu.

Restorasi Taman Bungkul dan penambahan taman serta lahan terbuka hijau sendiri merupakan satu dari sekian banyak upaya Ibu Risma dalam membenahi lingkungan hidup kota Surabaya. Ibu Risma sendiri pernah memaparkan bagaimana ia banyak memfokuskan pembangunan kota melalui 3 jenis infrastruktur yaitu pertamanan, pedestrian atau wilayah pejalan kaki, dan pengolahan sampah. Realisasi dari rencana ini ditegaskan pada awal masa kepemimpinannya di periode kedua dengan mencanangkan pembangunan 50 taman baru di seluruh kota Surabaya. Selain itu beliau juga menggalakan kampanye bagi warga Surabaya untuk bersih-bersih dan belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain menyiapkan rencana utama, Bu Risma juga menetapkan kebijakan pendukung seperti penertiban reklame yang menutup ruang hijau, mensosialisasikan bank-bank sampah di tiap kecamatan, hingga menanam pohon Tabebuya yang memberi kesan mewah di sepanjang trotoar Jalan Gubeng, Surabaya.

Disiplin Sejak Kecil

Kedisplinan Bu Risma dalam menjadikan Surabaya sebagai kota yang ramah lingkungan dan jauh dari sampah juga merupakan buah dari didikan kedua orang tua Bu Risma sendiri. Meski berasal dari keluarga berada, Bu Risma sudah diminta untuk mengambil bagian di bisnis keluarga. Iapun menerima gaji layaknya pegawai pada umumnya meski bekerja untuk orangtuanya sendiri ketika sekolah. Setelah menyelesaikan pendidikan magisternya di Institut Teknologi Surabaya di jurusan Manajemen Kota, beliau meniti karir sebagai Pegawai Negeri Sipil lebih tepatnya sebagai pegawai Dinas Tata Kota. Di jabatan inilah Ibu Risma berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam menata kota. Setelah itu berturut-turut Ibu Risma mendapat promosi di kedinasan yang berhubungan dengan perencanaan kota. Puncaknya, pada tahun 2010 Ibu Risma akhirnya berhasil menjadi walikota Surabaya dengan memenangi pemilu kota.

Sederet Apresiasi Untuk Ibu Risma

Keberhasilannya menata kota Surabaya menjadi salah satu kota yang paling ramah lingkungan di Indonesia melambungkan nama Ibu Risma di kalangan walikota-walikota kota besar di dunia. Bahkan Ibu Risma sempat dinobatkan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia oleh  The World Mayor Prize. Tidak hanya itu, Ibu Risma juga dipercaya memimpin Asosiasi Pemerintah Kota Daerah Se Pasifik pada tahun 2018 melalui kongres organisasi menggantikan Gubernur Jeju, Korea Selatan Won Hee Ryong

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *