Sampah Plastik Dan Solusi Menanganinya

IndonesiaBetter— Plastik semakin menjadi persoalan serius dalam pencemaran terhadap lingkungan alam. Semakin banyak hewan di laut yang terkena dampaknya. Beberapa diantaranya adalah Paus, Hiu, Lumba lumba. Selain hal tersebut, sampah plastik juga merusak pemandangan dari keindahan destinasi wisata.

Tidak hanya di laut, sampah plastik juga banyak ditemukan, dibuang disembarang tempat di pegunungan. Para pengunjung gunung masih belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Fasilitas tempat sampah yang sulit ditemukan di gunung, juga menjadi salah satu alasannya.

Image result for sampah plastik pada ikan

Plastik sendiri merupakan material yang sulit terurai secara alami di alam. Setidaknya, butuh waktu 10 hingga 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah tergantung jenis plastik. Meskipun telah terurai, sisa partikel plastik masih dapat mencemari tanah dan air tanah disekitarnya.

Bila dibakar, sampah plastik akan menghasilkan zat dioksin yang berdampak buruk bagi manusia. Salah satu reaksi ketika menghirup dioksin adalah menimbulkan reaksi batuk, sesak napas, dan pusing. Oleh karenanya, praktik penggunaan plastik sekali pakai harus perlahan-lahan mulai dikurangi.

Beberapa cara alternatif penanganan sampah pelastik adalah sebagai berikut.

Sampah plastik Dikonversi Sebagai Sumber Energi

Mengingat kandungan energi yang tinggi dari bahan plastik, maka sampah plastik memiliki potensi sebagai salah satu sumber energi di masa mendatang. Dari hal tersebut bisa diperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu mengurangi masalah sampah dan menghasilkan energi yang bisa digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Informasi ini Dikutip dari http://olahsampah.com.

Sayangnya cara diatas tersebut kurang cocok digunakan, dikarenakan dengan pemakaian bahan bakar dengan sampah plastik, maka secara tidak langsung maka akan menyebabkan polusi baru. Diketahui sampah plastik memiliki kandungan zat yang berdampak buruk bagi manusia bila dihirup.

Penggunaan Bahan Baku Alternatif

Image result for sampah plastik

Seperti dilansir dari Kompas.com, salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik adalah mencari benda alternatif. Dengan hal tersebut, penggunaan kantong plastik dan produk lainnya dapat di kurangi. Benda alternatif yang bisa menggantikan plastik adalah Alat makan dari serat gandum, Sikat gigi dari bambu, sedotan dari bambu, pembalut dari katun.

Benda benda lainnya pun bisa menggunakan bahan alternatif jika diperlukan. Kunci dari pengurangan sampah plastik adalah dari kesadaran para pengusaha dan konsumen untuk menyadari, bahaya dan kerugian dari terus menggunakan produk dengan bahan plastik.

Hingga saat ini, produksi sampah plastik masih terus bertambah. Bila hal tersebut tidak segera dihentikan. Ada kemungkinan besar, beberapa puluh tahun lagi, sebagian permukaan bumi akan dipenuhi oleh sampah plastik. Tentunya pencegahan harus berawal dari diri masing masing. Terutama para pembaca artikel ini. Semoga artikel ini bisa menjadi motivasi dan menyadarkan anda, pentingnya mengurangi pemakaian plastik untuk menjaga kelestarian alam.

Sumber diambil dari Olahsampah.com dan Kompas.com Foto diambil dari berbagai sumber di Internet

Penulis: Weliam

Editor : Weliam

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *