Ridha Audrey Buktikan Wanita Bisa Menggebrak Dunia Esports

IndonesiaBetter- Di zaman milenial yang sangat dekat dengan dunia digital, mendapat uang dari hobi bermain sudah bukan hal yang mustahil. Lahirnya fenomena esports atau electronic sports telah membuktikan bagaimana bermain video games sudah naik derajat dari sekedar pengisi waktu senggang menjadi profesi menjanjikan.

Namun sama seperti olahraga tradisional lazimnya, atlet wanita di esports masih dianggap tidak setara dibandingkan dengan laki-laki karena kentalnya dunia ini dengan kehadiran kaum Adam. Adalah Ridha Audrey seorang wanita gamer yang mencoba mendobrak stereotip dengan mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mendirikan dan mengurus tim esport yang seluruhnya beranggotakan wanita.

Nama Ridha Audrey yang lebih populer dengan nama Audrey FF merupakan salah satu pelopor tim esports yang anggotanya adalah wanita secara keseluruhan.

Dimulai dari Hobi Bermain Game

Impiannya membangun tim esports sendiri tak lepas dari hobi masa kecilnya yang memang lekat dengan dunia game online dimana kala itu Audrey masih memainkan Counter Strike 1.5  pada tahun 2005. Pada waktu tahun 2010 Audrey mulai merealisasikan impiannya dengan mengajak teman-teman wanitanya untuk membuat tim esports bersama meskipun hanya untuk sekedar iseng.

Tekad untuk menjadikan tim yang kemudian diberi nama Female Fighters ini menjadi organisasi gaming yang serius datang setelah Audrey dan kawan-kawan memenangi beberapa turnamen kecil. Sayang, perlahan tapi pasti kesibukan di luar aktivitas esports dan fakta bahwa menjadi atlet esports tidak memiliki prospek bagus membuat formasi tim sempat bubar dan menyisakan Audrey dan rekannya, Naura alias Nabbsky.

Hebatnya, kondisi tim yang porak-poranda tidak membuat Audrey hengkang dari dunia esports. Setelah berhasil merekrut anggota baru dan memanajeri sendiri tim buatannya, Female Fighters akhirnya berhasil berjalan di arah yang positif dengan memenangi beberapa turnamen dan sudah memiliki beberapa divisi esports yang kesemuanya bergenre First Shooting Person seperti CS Online, Point Blank, dan lain-lain. Bahkan Audrey berhasil membuat Female Fighters mendapat kerjasama dengan beberapa sponsor dari industri hardware komputer dan voucher digital.

Sudah mapan sebagai Make-up artist

Berhasil membawa tim E-sportsnya berprestasi dan menjadi brand ambassador dari sejumlah merek perangkat gaming, Audrey rupanya masih sempat menekuni profesi lain yaitu sebagai Make-up artist. Audrey yang mengaku juga hobi menggambar ternyata juga menjajal dunia make-up artist dengan merias teman-teman terdekat sebagai klien.

Perkembangan karir Audrey sebagai make-up artist ternyata tidak main-main, dia sudah pernah merias artis papan atas seperti Chelsea Olivia hingga Pevita Pearce. Tak main-main, ia sudah meraih omzet 200 juta setahun dari ketekunannya merias.

Namun jangan ditanya apakah Audrey lebih memilih dunia make-up atau tim gamingnya. Ia mengaku pernah memodali tim gamingnya dari hasil pekerjaannya merias, namun hingga saat ini Audrey masih menjalani keduanya dengan fokus yang sama.

Harapan kepada Pemerintah

Meski tim bentukkannya terbilang cukup eksis, namun seperti kebanyakan insan Esports lainnya, Audrey juga mengharapkan dukungan pemerintah khususnya kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Audrey pernah mengungkapkan bahwa IESPA, lembaga bentukan Kemenpora yang khusus menangani dunia esports kurang mampu memberikan terobosan. Ia berharap bahwa IESPA kedepannya dapat mengayomi komunitas esports agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *