Proyek “Bali Baru” Berpotensi Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Proyek “Bali Baru” Berpotensi Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Image result for bali baru
Ilustrasi Proyek Destinasi Wisata Bali Baru

IndonesiaBetter— Proyek branding 10 destinasi prioritas bernama “Bali Baru” merupakan kebijakan pemerintah untuk menaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara untuk mencapai target 20 juta di 2019. Sepuluh destinasi tersebut antara lain, Borobudur, Danau Toba, Bromo Tengger Semeru, Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Morotai, dan Tanjung Lesung.

10 Destinasi Bali Baru

Kebijakan tentang 10 destinasi “Bali baru” terakhir berubah pada November 2017. Pemerintah dengan waktu yang semakin singkat, sepakat untuk berfokus kepada percepatan pengembangan di empat titike destinasi dari sepuluh destinasi “Bali baru”. Keempat destinasi yang ditetapkan menjadi prioritas adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Prioritas pengembangan keempat destinasi wisata andalan tersebut akan dipimpin langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Pariwisata. Gubernur BI, Bapak Perry Warjiyo menuturkan bahwa pihaknya akan membantu mempercepat usaha pemerintah tersebut.

Baca Juga: Ngupi Seasyiknya, Bayar Seikhlasnya

Wisman Penghasil Devisa Negara

Menurut Bapak Perry, sektor pariwisata hingga saat ini dinilai cukup banyak mendatangkan devisa bagi negara. Selain devisa, lanjut Bapak Perry, pertumbuhan ekonomi disuatu negara juga mengalami percepatan dari pertumbuhan pariwisata.

Dengan memaksimalkan pengelolaan pada destinasi wisata “Bali Baru” tersebut, Pemerintah mengharapkan sektor pariwisata dapat mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara dan menyumbang 20 miliar dollar AS. Pada tahun ini, capaian pariwisata sudah mencapai jumlah 17 juta orang wisatawan mancanegara, dengan perolehan devisa sebesar 17 miliar dollar AS.

Potensi Besar Destinasi Wisata

Perry juga menjelaskan bahwa pariwisata berpotensi besar untuk membuka pintu, untuk lapangan pekerjaan baru.  Dengan lapangan pekerjaan baru, pemerintah dapat mendorong usaha mikro kecil dan menengah untuk maju, hal ini diharapkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerah destinasi wisata tersebut.

Hal ini dibuktikan, setelah Nusa Tenggara Timur dan Danau Toba dikelola dengan baik dengan mempermudah akses masuk, wisatawan mancanegara naik dan hotel sering penuh.

Baca Juga: Komunitas Peduli Sampah Gunung Trashbag Community

Kemenpar, Hiramsyah S. Thaib yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan 10 destinasi prioritas pariwisata juga mengatakan, target di 2018 saat ini belum terfokus pada 10 destinasi prioritas tersebut. Penghasil wisatawan asing utama masih berasal dari tida destinasi wisata terkenal di Indonesia yaitu, Bali, Jogja, dan Kepulauan Riau.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini, Danau Toba dengan Bandara Silangitnya telah memulai memiliki penerbangan langsung sejak tahun 2017. Penerbangan langsungnya ialah ke Singapura, dan Malaysia. Selain itu dari 10 destinasi prioritas, Belitung kini juga sudah memulai penerbangan langsung dari dua negara asing yang disebutkan diatas

Baca Juga: 5 Karya Anak Bangsa Yang Telah Diakui Dunia

Foto dan informasi artikel dikutip dari berbagai sumber di internet.

Penulis: Weliam

Editor  : Weliam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *