Penulis Indonesia Berhasil Meraih Penghargaan Sastra Internasional

Image result for Eka Kurniawan prince klaus
Eka Kurniawan (kiri) , berhasil meraih Prince Claus Award 2018

IndonesiaBetter— Kabar mengembirakan bagi para penulis dan sastrawan Indonesia. Salah satu penulis terkenal, Eka Kurniawan berhasil meraih penghargaan Prince Claus Awards 2018 kategori Sastra/Literatur, di Belanda.

Penghargaan tahunan tersebut diberikan pada 6 Desember 2018. Dimana penghargaan diberikan kepada individu, kelompok, atau organisasi bergerak di bidang kebudayaan yang karyanya berdampak positif terhadap pengembangan masyarakat di wilayah Afrika, Asia, Amerika Latin dan Karibia.

Berdasarkan keterangan panitia Prince Claus Award, Eka Kurniawan terpilih karena kemampuannya menarasikan kisah-kisah imajinatif lewat keindahan prosa dan juga universalitas materinya.Seperti yang dilansir pada kompas.com

Memperjuangkan isu Sosial

Eka merupakan penulis asal Tasikmalaya, kelahiran 28 November 1975. Ia merupakan lulusan filsafat Universitas Gadjah Mada. Ia dinilai mampu untuk membentuk pemahaman sejarah di masyarakat untuk membangun persepsi tentang sebuah negara dengan lebih baik.

Selain hal tersebut, Eka juga dianggap mampu memberikan perlawanan terhadap tindakan politik berat sebelah dan membawa isu-isu sosial dalam bentuk yang mudah dimengerti kepada masyarakat.

Mengangkat Budaya Indonesia Ke Mata Internasional

Eka Kurniawan merupakan lulusan filsafat Universitas Gadjah Mada. Ia dinilai mampu untuk membentuk pemahaman sejarah di masyarakat untuk membangun persepsi tentang sebuah negara dengan lebih baik.

Tidak sampai disana, Eka juga dinilai berhasil mengangkat budaya Indonesia lewat penceritaan kembali kisah dan mitologi lokal yang selama ini sering diabaikan. Eka menggunakan kekuatan sastra dan literatur sebagai penyampai topik-topik krusial terutama dalam masa-masa ketika kebebasan berpendapat seringkali dibungkam.

Sejajar Dengan Sastrawan Internasional

Novel hasil karya Eka cukup diminati oleh masyarakat internasional. Salah satunya adalah novel pertama Eka berjudul “Cantik Itu Luka”, yang telah diterjemahkan kedalam 30 bahasa. Ada juga novel berjudul “Lelaki Harimau” Yang juga telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Italia, Korea, Jerman, dan Prancis.

Berkat Novel berjudul Lelaki Harimau, Eka Kurniawan juga berhasil menempatkan dirinya seimbang dengan sastrawan dunia. Hasilnya, pada 2015 Jurnal Foreign Policy menobatkan Eka sebagai salah satu dari 100 pemikir paling berpengaruh di dunia.

Pada Maret 2016, “Lelaki Harimau” berhasil mencatatkan prestasi sebagai buku Indonesia pertama dinominasikan di ajang penghargaan sastra bergengsi dunia, “The Man Booker International Prize.

Pencapaian Eka menjadi suatu pemecut semangat para penulis di Indonesia. Eka telah menunjukan bahwa kita sebagai penulis Indonesia, mampu untuk bersaing dengan penulis dari luar negeri. Kuncinya adalah ketekunan dan dedikasi terhadap profesi. Hindari penulisan berita yang mengandung hoax, dan sebagainya.

Dengan demikian, kualitas penulis Indonesia akan semakin membaik. Hoax dan Plagiat adalah momok atau racun yang menyebabkan penulis kehilangan kreatifitasnya. Sementara, dengan ketekunan membaca artikel, wawasan anda akan bertambah.

 

Sumber Dan Foto berasal dari Kompas.com dan Kemlu.go.id, serta berbagai sumber lainnya diinternet.

Penulis: Weliam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *