Pak Untoro, Penyandang Disabilitas Pengajar Anak-Anak

IndonesiaBetter- Membagi bakti dan ilmu kepada orang memang seyogiyanya tidak mengenal status, kondisi fisik, dan latar belakang tertentu lainnya. Selama ilmu bisa diajarkan dan menjadi manfaat bagi orang tersebut, maka ilmu bisa dihantarkan walau dalam kondisi tubuh serenta apapun.

Hal inilah yang coba diamalkan oleh Pak Untoro, Warga Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Di usianya yang sudah 60 tahun terlebih lagi beliau mengalami lumpuh kaki dan tangan, beliau masih senang memberikan ilmu kepada anak-anak yang tinggal dekat rumahnya. Meski kaki tangannya sudah tak mungkin lagi Ia gunakan untuk berkeliling namun nada bicaranya masih lugas ketika mengajar.

Lumpuh Sejak SMP

Semua bermula dari dirinya yang jatuh di ladang ketika usia SMP. Terjatuh adalah hal yang biasa , terlebih lagi si Mbah Untoro sebagai anak sawah tidak begitu memusingkan peristiwa tersebut. Namun malang tak dapat ditolak, setelah jatuh dirinya justru mendapat banyak masalah kesehatan yang tidak ada hubungannya dengan jatuh dan luka di lutut.

Diawali dengan sakit tenggorokan berkepanjangan, hingga akhirnya berbuah komplikasi dan menjadi lumpuh pada kedua tungkai dan lengan. SEjak saat itu beliau tidak melanjutkan sekolah

Berawal dari Ketidaksengajaan

Kisahnnya memulai mengajar dengan kondisi seperti ini dilalui Mbah Untoro ketika banyak anak-anak yang iseng bermain di rumahnya. Bisa dibayangkan betapa muramnya Pak Untoro hanya terbaring tanpa melakukan kegiatan apa-apa dengan hanya hidup bermodalkan radio onthel.

Oleh karena itu beliau mencoba mengajarkan anak-anak yang bermain tersebut, tidak hanya mengajar, Pak Untoro juga suka menghibur anak-anak yang selesai belajar dengan wayang buatannya. Wayang-wayang inilah yang membantunya menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak didiknya.

Yang lebih berkesan, Pak Untoro tidak hanya mengajar ilmu eksak saja seperti Matematika, namun juga ilmu kehidupan, “ Semacam motivasilah” ungkap sang adik yang mengurusnya hingga kini. Di tengah kondisi seperti ini, Pak Untoro juga masih menunjukkan keiklhlasan dirinya dengan tidak menetapkan bayaran tertentu untuk ilmu yang ia ajar. Terkadang ia hanya menerima beberapa kali sumbangan

Oase bagi Warga Gunungkidul

Jasa Pak Untoro tentulah sangat besar bagi para murid yang sudah pernah mengenyam pendidikan bersamanya. Pak Untoro Mengakui bahwa terkadang masih ada mantan anak didiknya yang sudah bekerja mengunjunginya, entah sekedar berkunjung atau memberikan sedikit rejeki.

Sifat ikhlas meski dengna keadaan serba terbatas ini juga diamini oleh Kepala Pembinaan Masyarakat setempat, Aiptu Saparudin. Menurut beliau kondisi sebagian besar orang Gunungkidul yang lekat dengan kesulitan membuat tingkat bunuh diri sangat tinggi. “Padahal Mbah Untoro ini sudah lumpuh sejak kecil, tetapi masih bisa berkarya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *