Menteri Keuangan Indonesia Kembali Raih Penghargaan Internasional

IndonesiaBetter— Menteri Keuangan Sri Mulyani baru baru ini dinobatkan sebagai Financial Minister of The Year 2019 Global and Asia Pasific oleh majalah The Banker. Capaian tersebut menambah daftar prestasi panjang, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Kemenkeu, Sri Mulyani dinilai berhasil mempertahankan ketahanan fiskal di tengah berbagai bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang 2018. Salah satunya adalah gempa besar yang terjadi di wilayah Lombok pada Juli 2018.

Dampak dari bencana tersebut antaralain menyebabkan 563 orang tewas, 1.300 orang terluka, dan 350.000 orang kehilangan tempat tinggal. Total kerugian akibat musiba tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

Seperti yang dikutip dari The Banker, Sri Mulyani dinilai mampu untuk memulai proses modernisasi cara negara untuk merespon bencana alam yang terjadi. Hal tersebut dilakukan dengan menerapkan pembiayaan resiko bencana baru dan strategi asuransi.

Sebelumnya, Indonesia diketahui selalu mengandalkan dana darurat sebesar Rp 3,1 triliun setiap tahunnya. Dana tersebut disisihkan dari anggaran untuk menutupi perbaikan setelah bencana alam.

Selain hal tersebut, The Banker juga mencermati respons Sri Mulyani saat peristiwa terjatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.  Dari informasi yang didapat, sebanyak 21 orang jajaran Kementerian Keuangan ikut dalam daftar korban musibah tersebut.

Sri Mulyani juga bertemu dengan para anggota keluarga penumpang dan berjanji akan memantau misi pencarian dan identifikasi korban. Di tengah datangnya bencana yang secara berkelanjutan, The Banker melihat ekonomi Indonesia masih sangat mengesankan. Sri Mulyani dinilai memiliki andil besar dalam perannya menjaga fiskal negara.

Hal tersebut antara lain menjaga defisit anggaran APBN 2018 di bawah 2 persen dan mengubah sistem perpajakan untuk meningkatkan pendapatan negara. Penyederhanaan Proses pembayaran pajak serta jumlah lokasi tempat pembayaran ditingkatkan.

Pada sisi lain, Sri Mulyani juga memberikan insentif pajak untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Tarif pajak penghasilan untuk perusahaan kecil dan menengah di potong, agar tidak terlalu membebankan para pengusaha mikro. Sementara pajak digital dikenakan pada perusahaan e-commerce yang beroperasi dari luar negeri, untuk menutupi kekurangan pendapatan pajak dari pemotongan tarif pajak usaha kecil.

Dari semua pencapaian tersebut, sangat pantas apabila Ibu Sri Mulyani dianggap berhap mendapatkan prestasi bergengsi ini. Tentunya hal tersebut menjadi inspirasi bagi kita semua terhadap perkembangan Indonesia di masa depan.

Artikel ini dibuat semata untuk memberikan inspirasi dan kebanggaan bagi setiap warga negara Indonesia, terhadap prestasi anak bangsa yang berhasil di capai. Mohon untuk dikaitkan artikel ini terhadap unsur politis. Pada akhirnya pencapaian dan prestasi yang diberikan anak bangsa adalah untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Informasi dan Foto diambil dari berbagai sumber di Internet

Editor: Weliam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.