MASKIT, Masker Canggih Karya Mahasiswa Universitas Indonesia.

(Foto: ANTARA Jateng)

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak memiliki jumlah pasien penyakit TBC atau tuberculosis. Menurut statistik, terdapat 400 kasus TBC pada setiap 100 ribu orang Indonesia.

Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini benar – benar berbahaya. Selain mudah menular dari virus di udara, TBC juga bisa berdampak kematian apabila pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Mencegah dampak penularan penyakit TBC yang kian serius, mahasiswa Universitas Indonesia memberikan inovasi terbaru berupa masker canggih untuk menangkal virus TBC. Sesuai fungsinya, masker canggih ini diberi nama MASKIT atau Mask in Tech. Masker karya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) ini diklaim dapat mencegah penularan penyakit dari udara. Salah satunya adalah TBC.

Hebatnya lagi, masker ini bukan masker sembarangan. Karena turut dilengkapi dengan aplikasi digital yang bisa digunakan melalui seluler yang diberi nama sama, MASKIT. Nantinya pasien atau pengguna dapat memantau paparan polusi atau seberapa besar level penyakit menular di lingkungan sekitar dengan melihat aplikasi yang ada di ponselnya.

Tidak heran, aplikasi MASKIT mampu menyabet medali emas di ajang IIIF 2019 atau Indonesia International Invention Festival 2019 yang berlangsung di kota Malang, Jawa Timur pada tanggal 22 – 25 April 2019.

MASKIT, Stylish dan Efektif Mencegah Penularan TBC

(Foto: Tekno Tempo.co)

Berbeda dengan masker kesehatan pada umumnya yang desainnya standar seperti yang dipakai kalangan medis, MASKIT tampil lebih stylish dan kekinian.

Tidak bisa dipungkiri, gaya MASKIT yang terlihat lebih keren dan modis ini merupakan hasil dari sentuhan tangan mahasiswa cerdas lulusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Ada empat orang dibalik kesuksesan MASKIT, yaitu Wahidin, Yolla Miranda, Eliza Habna dan Wulan Silvia.

Bila dibandingkan dengan masker lain pada umumnya, MASKIT memang terlihat lebih trendy. Di sisi permukaannya telah dilapisi penyaring udara atau filter berteknologi karbon aktif dan nano silver. Filter ini dapat diganti secara fleksibel disarankan paling lama 2 minggu sekali.

Untuk memperkuat efektivitasnya, MASKIT telah lolos uji klinis di laboratorium Universitas Indonesia dengan kapasitas hingga 90% mampu membunuh bakteri dan polusi udara.

MASKIT Sudah Bisa Dibeli untuk Umum

MASKIT saat ini juga mengantong sertifikasi Kementerian Kesehatan dan bisa diperoleh di apotek atau toko obat secara bebas.

Bahkan, MASKIT saat ini sudah beredar luas di sekitar Jakarta raya dengan volume penjualan sekitar 2.500 pcs tiap bulan.

Gaya MASKIT yang fashionable dianggap lebih nyaman dan modis bagi anak – anak muda jaman now. Bahkan, bisa dipakai secara nyaman oleh pengguna hijab.

Ke depannya, semoga penemuan karya mahasiswa UI ini mampu menjadi solusi pencegahan penularan TBC di Indonesia. Tak cukup itu, harapannya inovasi MASKIT akan terus berkembang dan menjadi pendorong motivasi mahasiswa lain terus berkarya di bidang penemuan medis di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *