Mahasiswa Unair Menciptakan Inovasi Dari Kulit Nanas

IndonesiaBetter— Tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan, serta satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga baru baru ini berhasil meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fairm di Seoul, Korea Selatan.

SIIF merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA). Berawal dari adik kelasnya di keperawatan yang juga baru menang di ajang international di Jepang, informasi kompetisi tersebut diterima Teguh Dwi Saputro dan Yenny.

Selanjutnya, keduanya menelusuri informasi tersebut hingga akhirnya mengajak Fina dan Wildan sebagai tim untuk mengikuti lomba inovasi di Korea tersebut. Meski telah berada di semester ketujuh, para mahasiswa berusaha untuk mewujudkan impiannya. Disamping itu, mereka sebagai mahasiswa Unair, ingin mengharumkan nama Perguruan Tinggi yang telah membinanya.

Inovasi Obat Ketombe Dengan Kulit Nanas.

Berkat usaha ke empat mahasiswa, akhirnya mereka berhasil meraih juara dengan mempresentasi inovasi bernama PINELICA (Pineapple Peel as Hair Care). Inovasi tersebut merupakan penemuan menggunakan limbah kulit nanas sebagai gel yang dapat digunakan sebagai masker dan krim untuk mengatasi ketombe.

Tim PINELICA terdiri dari Teguh Dwi Saputro, mahasiswa FKp angkatan 2015, selaku ketua, Fina Ainur Rohmah, FKp angkatan 2015, Yenny P, FKp angkatan 2015, dan Wildani Abdala N, FISIP angkatan 2015. Tim yang dibimbing oleh Kusnanto ini mampu melewati tahap demi tahap dengan baik.

Awal Mula Pembentukan Tim.

Awalnya Teguh mengakui, bila timnya terbentuk saat pengumpulan abstrak H-1 akan ditutup. Tim juga sempat dihinggapi perasaan takut dan ragu untuk mengikuti lomba inovasi tersebut. Hal ini cukup wajar mengingat lomba inovasi digelar pada Desember sehingga tak sedikit dana fakultas dipakai untuk keperluan kegiatan.

Potensi Kulit Nanas

Berkat presentasi yang menakjubkan, tim Unair akhirnya mendapatkan medali perak. Menurut Teguh, ide awal inovasi timnya berasal dari banyaknya kulit nanas yang dibuang begitu saja sehingga menumpuk dan menjadi limbah. Hal ini tampak membuang potensi kulit nanas, yang mempunyai banyak kandungan bermanfaat bagi kesehatan rambut. Kandungan tersebut khususnya berguna untuk mengatasi masalah ketombe yang sering terjadi pada masyarakat.

”Kami berinovasi membuat sebuah gel dari ektrak kulit nanas yang dapat digunakan multifungsi. Yakni, dapat digunakan sebagai masker dan krim rambut dalam mengatasi ketombe yang tentu lebih praktis, ekonomis, aman, dan ramah lingkungan,” ungkap Teguh, seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Tim dari UNAIR harus bersaing dengan peserta dari 33 negara, dengan total inovasi berjumlah 606 temuan. Negara yang ikut serta diantaranya, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, Korea, Malaysia, Macau, Taiwan, dan Kroasia. Para pesertan memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari siswa dari tingkat SMP, SMA, mahasiswa, serta dosen, hingga peneliti.

Indonesia memiliki total 70 tim yang turut serta dalam kompetisi ini. Setelah mendapatkan mendali perak di Seoul, tim Unair berencana untuk mengembangkan inovasi tersebut. Lebih tepatnya, mereka akan menciptakan inovasi baru untuk diikutkan lomba di tingkat internasional lainnya.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kalian yang membaca artikel ini dapat mengurangi limbah yang dihasilkan kulit nanas. Potensi kulit nanas yang sedemikian besar, akan sangat disayangkan bila hanya menjadi sebuah limbah yang tidak berguna. Sementara dengan melakukan proses ini, kulit nanas akan menghasilkan keuntungan bagi anda.

Sumber Informasi Dan Foto diambil dari Kompas.com dan berbagai sumber yang ada di internet.

Editor: Weliam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *