Komunitas Polyglot Indonesia ajarkan Bahasa Asing secara Cuma-Cuma

IndonesiaBetter- Kebutuhan menguasai bahasa asing merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi di era globalisasi, dimana  orang dari berbagai belahan dunia dapat salling berkomunikasi tanpa dibatasi sekat ruang,. Selain itu kemampuan menguasai bahasa asing juga ditenggarai penting bagi perkembangan karir, sehingga banyak orang rela merogoh kocek untuk mempelajari satu atau dua bahasa asing.

Namun demikian, bagi anda yang tidak berminat mengeluarkan uang sepeserpun untuk belajar bahasa asing, anda dapat mencoba untuk bergabung di Komunitas pembelajar bahasa asing. Salah satunya bernama Komunitas Polyglot Indonesia. Polyglot yang diambil dari bahasa asing merupakan padanan dari kata poly yang berarti banyak dang lot yang berarti lidah.

Secara harafiah polyglot dapat diartikan sebagai orang dengan kemampuan multi-bahasa. Didirikan pada tahun 2013 dengan berbagai cabang di beberapa kota besar di Indonesia, komunitas ini didirikan untuk mewadahi orang-orang yang ingin menajamkan kemampuan berbahasa asing mereka dengan metode yang kaya interaksi.

Awal Mula Polygot

Komunitas ini berawal dari inspirasi tentang komunitas yang sama yang berdiri di Perancis, dimana Moris Pandu dan Sandya Rani Gunita berusaha mencoba hal yang sama dengan menyelenggarakan acara yang mempertemukan para pemilik kemampuan multi bahasa ini pada tahun 2011.

Komunitas ini diberi nama Polyglot Yogyakarta kemudian. Berkat kekuatan teknologi sosial media, keberadaan pertemuan polyglot yang pertama kali diadakan di Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari beberapa orang bahkan menjadi salah satu rujukan bagi mereka yang ingin mempelajari bahasa asing.

Sempat tersendat pada pertengahan 2011 akibat kesibukan berkuliah di luar negeri, komunitas ini berkembang dan berganti nama menjadi Polyglot Indonesia. Dalam pendirian Polyglot Indonesia ini, Moris dan Sandya dibantu Arradi Nur Rizal yang berkuliah di Swedia dan Krisna Laurensius yang berdinas di Korea yang juga pernah berpikiran untuk mendirikan komunitas polyglot di tempat merka masing-masing berdinas.

Kegiatan Komunitas

Dalam pernyataan tujuan yang tertera di websitenya, Komunitas Polyglot ini memang berikhtiar untuk menggalakan penggunaan bahasa asing dengan keadaan yang menyenangkan. Dimana tujuan mereka diakomodisikan dalam pembentukan even miling atau minggu lingo setiap malam minggu. Minggu Lingo ini diadakan untuk mengumpulkan beberapa orang dengan preferensi bahasa yang sama untuk saling bercakap-cakap.

Tak jarang banyak mahasiswa asing dari luar yang turut mengikuti progam ini agar beradaptasi dengan baik dengan budaya lokal ketika sedang mengambil studi di sini. Selain itu merekan juga mengadakan multi language meetup setiap bulannya untuk saling sharing mengenai perkembangan bahasa masing-masing.

Ke depannnya Polyglot tidak hanya mempelajari bahasa asing saja namun juga merambah hingga pembelajaran bahasa daerah melalui kerjasama dengan Wikitongue. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi akan kemungkinan bahasa daerah yang bisa hilang akibat pengaruh globalisasi. Wikitongue sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berkedudukan di New York khusus untuk mengurusi pelestarian bahasa-bahasa kearifan lokal di dunia.

Polyglot Indonesia sampai hari ini telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti di Banda Aceh, Jakarta, Semarang, Makassar, dan Yogyakarta sebagai tempat lahirnya komunitas ini. Dengan kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang tentunya paham akan bahasa asing. Tentunya hal ini akan sangat membantu untuk memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sumber diambil dari berbagai media di Internet.

Editor: Weliam

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.