Inovasi Digital Untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia

IndonesiaBetter— Deputi Komisioner OJK Institute Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sukarela Batunanggar mengatakan, mengoptimalkan keberadaan teknologi dengan menerapkan bisnis inovatif dan kreatif penting dilakukan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Terlebih lagi Indonesia saat ini diproyeksikan untuk menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima pada 2045. Faktor penunjang yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan adalah meningkatnya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Diketahui saat ini jumlah UKM mencapai lebih dari 60 juta usaha.

Jika tidak memanfaatkan teknologi digital dengan baik untuk berinovasi, maka langkah Indonesia akan sangat jauh tertinggal. Dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, saat ini hampir semua hal dapat dilakukan melalui digital.

Karena alasan tersebut, OJK mengeluarkan regulasi yang mengatur soal fintech peer-to-peer lending. Beberapa manfaat menggunakan pinjaman kredit berbasis teknologi adalah mudahknya akses pembiayaan. Dengan demikian, peminjaman kredit dapat lebih terjangkau bagi banyak UMKM. Pada hal yang sama, masyarakat juga menjadi lebih paham terhadap produk digital dan mekanisme penggunaannya.

Sinergi dan Kolaborasi dari berbagai pihak sangat penting untuk meningkatkan konteks ekonimi daerah dengan menggunakan teknologi digital. Salah satu perusahaan yang berhasil untuk mengintegrasikan usahanya untuk meningkatkan perekonomian daerah adalah Go-Jek.

Pada kesempatan yang sama, VP Public Affairs Gojek yaitu Ibu Astrik Kusumawardhani menjelaskan bahwa teknologi digital akan menjadi fasilitas untuk menyetarakan kesempatan berusaha. Dan hal tersebut merupakan cara paling jitu untuk memecahkan masalah ketimpangan ekonomi yang masih menjadi PR di berbagai daerah Indonesia.

Diketahui saat ini Go-Jek telah menghubungkan para pengguna dengan lebih dari satu juta mitra driver, lebih dari 400.000 merchant UMKM, dan lebih dari 30.000 penyedia layanan yang tersebar di 167 kota dan wilayah di Indonesia.

Astrid mengatakan, Go-Jek memiliki banyak manfaat untuk membantu para UMKM memperluas pasarnya. Tidak sampai disana, perusahaan tersebut juga membantu pencatatan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan, dan yang terakhir menekan biaya operasional dengan menggunakan layanan yang lebih efisien.

Selain hal tersebut, Go-Jek juga melakukan inisiasi program untuk melati kewirausahaan dengan program bernama Go-Jek Wirausaha. Ia ingin mendorong masyarakat untuk berani memulai bisnis dan membantu meningkatkan skala bisnisnya.

Mulai November 2018, program percontohan tersebut sudah dilakukan sebanyak 7 kali di 5 kota, dengan melibatkan sekitar 700 UMKM. “Melalui solusi teknologi yang ditawarkan, kami berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomian lokal dan merasakan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Astrid.

Informasi dan gambar diambil dari berbagai sumber di internet.

Editor: Weliam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *