Fitriani yang bangkitkan asa Bulutangkis Tunggal Putri dalam negeri

IndonesiaBetter- Lama tidak mempunyai pebulutangkis tunggal putri yang mampu berprestasi tinggi hingga juara, publik Indonesia akhirnya dapat memuaskan dahaga gelar di tunggal putri setelah Fitriani berhasil menjuarai Thailand Masters. Fitriani berhasil mendapatkan gelar setelah mengalahkan wakil tuan rumah Busanan Ongbamrupham dengan dengan 2 set langsung yaitu 21-14 dan 21-12. Tak pelak hasil ini turut membuat Susi Susanti selaku kepala bidang prestasi senang bukan main. Menurut Susi tunggal puteri Indonesia sudah siap untuk membuat gebrakan yang diawali oleh gelar yang diraih oleh Fitriani tersebut. Selain Fitriani, Susi mengatakan juga telah melihat perkembangan yang signifikan dari tunggal puteri kedua yaitu Gregoria Mariska. Setelah berhasil memenangkan gelar di Thailand,Fitriani langsung menyentuh rangking 31 di BWF.

Sempat Stagnan di Pelatnas

Fitriani berhasil menjadi pemain tunggal puteri yang berhasil menyentuh babak final pada gelaran BWF setelah terakhir kali Maria Kristin menjadi runner up Indonesia open pada tahun 2008. Praktis setelah itu belum ada tunggal puteri yang mampu kembali tampil di final. Meski berhasil menjuarai turnamen BWF ini, Fitriani sempat menjalani masa-masa sulit ketika berada di pelatnas. Ditengah-tengah melorotnya prestasi tunggal puteri secara umum, Fitriani sempat masuk hitungan sebagai pemain potensial di masa depan. Potensi Fitriani mulai tercium ketika berhasil mengalahkan seniornya Adrianti Firdasari pada Djarum Badminton Superliga pada tahun 2015 lalu. Fitriani kemudian juga berhasil menyumbangkan satu angka pada pertandingan Piala Uber pada tahun 2016 dengan mengalahkan wakil Bulgaria, Petya Nedelcheva. Fitriani juga sempat merengkuh gelar di Vietnam Open dengan mengalahkan wakil Jepang Saena Kawakami.

Hanya saja sejak saat itu prestasinya banyak melorot , tekadnya untuk menyamai prestasi seniornya macam Maria Kristin, Pia Zebadiah, dan Ardianti Firdasari malah membuatnya terbeban. Dirinya seringkali gugur di babak-babak awal turnamen penting ketika menginjak usia senior. Ia hanya berhasil mencapai babak kedua di turnamen macam All England hingga Indonesia open. Puncaknya, Fitriani banyak mendapat cemoohan dari publik tanah air karena performanya yang tak maksimal. Dia mengaku pernah mendapat berbagai bentuk bully-an di media sosial. Akibatnya usaha untuk memperbaiki performa terhalang faktor psikologis karena mentalnya jatuh sedikit demi sedikit. Pihak PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia)  pun pernah meminta kepada publik tanah air untuk memberi kritik yang membangun.

Ditengah-tengah kondisi mentalnya yang terus turun, ia juga dihadapkan dengan kondisi sulit. Kepala Bidang Pembinaan PBSI Susi Susanti memberi ultimatum kepada para pemain pelatnas tunggal putri untuk meningkatkan prestasi dimana para pemain termasuk Fitriani pun dituntut untuk memperbaiki peringkat BWF. Peringkat minimal yang dipersyaratkan agar dapat mengikuti olimpiade Tokyo adalah 16, sementara Fitriani masih berada di 33 hingga sebelum Turnamen Thailand Masters. Fitriani pun menjadi salah satu pemain yang sempat tidak direkomendasikan oleh Susi Susanti masuk ke dalam pelatnas menuju Tokyo. Namun takdir berkata lain, tak dinyana ia dipilih masuk oleh PBSI

Inspirasi Fitriani

Keberhasilan  Fitriani memenangkan turnamen BWF inipun tak luput dari dorongan pelatihnya Minarti TImur. Sadar bahwa Fitriani memiliki kelemahan secara psikologis, Iapun menyarankan Fitriani untuk tidak banyak mendengar omongan orang. Kini ia berhasil membuktikan kemampuannya dengan menjuarai Thailand Masters. Fitriani pun berujar bahwa ia banyak terinspirasi dari pelatihnya dan juga sosok pahlawan R.A Kartini. Ia pun mendorong agar tunggal putri lainnya segera mengejar ketertinggalan agar dapat mengharumkan Ibu Pertiwi.

Fitriani adalah salah satu dari saudari sebangsa kita yang memberikan kontribusi terhadap tanah air tercinta. Dengan membaca artikel ini, diharapkan kalian juga terinspirasi untuk melakukan kontribusi walau hanya sedikit kepada ibu kita pertiwi. Dengan semakin banyak generasi bangsa yang melakukan kontribusi, Indonesia pastinya akan menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Informasi dan Gambar diambil dari berbagai sumber di internet

Editor: Weliam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *