Coding Mum Pelopori Emak-Emak Belajar Coding

Ibu rumah tangga atau yang sedang populer disebut dengan emak-emak biasanya identik dengan mengurus rumah , memasak, dan menjemput anak-anak. Meskipun begitu di zaman ramah teknologi sekarang rutinitas seperti itu nampaknya tidak menghalangi para “emak-emak” untuk melakukan kegiatan baru yang bermanfaat.

Misalnya, berkat teknologi e-commerce, para emak-emak bisa berkesempatan untuk menjalani usaha kecil dan menengah cukup dengan bermodalkan laptop atau ponsel pintar. Namun kalau menjalankan bisnis online sudah terdengar biasa, kini para emak-emak ternyata juga menggandrungi kegiatan coding untuk membangun program aplikasi dan website.

Berawal dari fenomena maraknya perkembangan ekonomi startup yang membutuhkan banyak talenta programmer, Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf menginisiasi program pelatihan coding bagi  “emak-emak” yang diberi tajuk Coding Mum.

Coding Mum sendiri merupakan wadah komunitas pembelajaran programming dengan sasaran para Ibu rumah tangga yang bertujuan dapat melibatkan para ibu rumah tangga untuk menikmati kue dari perkembangan ekonomi digital. Selain itu mempelajari coding ini juga ada manfaatnya bagi para ibu rumah tangga ini.

Banyaknya para perusahaan Teknologi Informasi (IT) yang mendorong karyawannya untuk dapat bekerja di rumah tentu sangat sesuai dengan rutinitas ibu-ibu yang praktis banyak mengurus rumah tangga.

Kegiatan Utama Coding Mum

Komunitas Coding Mum memang lebih banyak memfokuskan pada kegiatan tutorial tatap muka. Dimana materi utama yang diprioritaskan bagi para Ibu-ibu rumah tangga ini berkutat antara materi web designer dan front end developer. Untuk bisa menguasai materi, para ibu-ibu akan diakrabkan dengan istilah bahasa pemrogaman seperti Javascript, HTML, Bootstrap, Phyton, CSS, dan PHP.

Namun nilai yang ingin diangkat bukan hanya sekedar untuk belajar ilmu coding belaka, Heni Prasetyorini selaku Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia mengaku ada keinginan untuk mendorong emanisipasi dalam pembentukan komunitas ini. Selain itu komunitas ini juga ingin membuktikan bahwa Ibu-ibu atau emak-emak juga bisa melek teknologi.

Sempat Digembleng Bekraf

Salah satu kegiatan penting dari komunitas ini adalah ketika para ibu-ibu ini mendapat pengemblengan dari Bekraf. Dalam acara bertajuk Focus Group Discussion Coding Mum November 2018 silam, para ibu-ibu anggota aktif coding mum ini mendapat pelatihan lanjutan dengan materi yang diberikan oleh para pakar bisnis Teknologi Informasi.

Pada hari pertama para ibu-ibu dari Coding Mum sempat mendapat materi product roadmaping atau design sprint, metode yang ditemukan oleh Google dari narasumber Bapak Adhicipta Narawan dari Universitas Surabaya.

Para ibu-ibu ini juga mendapat materi optimalisasi SEO dari Pak Budi seorang blogger handa Puncaknya, Bekraf mengadakan pelantikan struktur kepengurusan daripada Coding Mum yang menghasilkan nama Heni Supriyantorani sebagai presiden dari Coding Mum.

Mereka juga mendapat kesempatan mengikuti talk show dari para tokoh-tokoh pelopor teknologi informasi di bidangnya masing-masing. Ke depannya untuk memperkuat pengetahuan para ibu-ibu anggota komunitas, berbagai workshop juga disiapkan.

Melebarkan Sayap Hingga Hongkong

Kembali ke soal nilai yang ingin diangkat dari pembentukan Komunitas ini, tidak hanya menyasar para ibu-ibu rumah tangga, komunitas ini juga berkeinginan mengangkat derajat hidup para buruh migran dan penyandang disabilitas demi memperkenalkan dunia coding yang inklusif bagi semua pihak.

Sebagai informasi, Coding Mum ini tidak hanya diluncurkan di kota-kota besar di Indonesia. Negara-negara yang selama ini banyak menjadi tujuan buruh migran atau TKW yaitu Malaysia dan Hongkong tak luput dari peluncuran komunitas ini.

Informasi diambil dari berbagai sumber yang ada di Internet

Editor: Weliam

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *