Belajar Menanam Mangrove Di Batukaras Pangandaran

IndonesiaBetter— Libur sekolah untuk natal dan tahun baru telah tiba. Beberapa pelahar menggunakan waktunya untuk bersantai atau tamasya di luar kota. Namun bagi para pelajar yang ingin berlibur sambil belajar tentang tanaman mangrove, mungkin bisa mempertimbangkan untuk berwisata ke Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Di sana terdapat hutan mangrove yang dikelola oleh Karang Taruna Dusun Sanghiang Kalang dan masyarakat setempat. Terdapat jembatan mangrove sepanjang 500 meter, di hutan mangrove Batukaras, yang disumbangkan oleh kementrian kelautan dan perikanan.

Jembatan tersebetu dibangun sejak tiga tahun lalu. Pada pembangunan di tahap pertama, panjang jembatan hanya berukuran sepanjang 250 meter. Kini jembatan telah bertambah panjang menjadi 500 meter, atau dua kali dari mulanya.

Menurut informasi yang didapat, jembatan tersebut berguna bagi para pengunjung untuk mempelajari hutan mangrove. Diketahui perjalanan yang ditempuh tanpa jembatan akan mengalami medan yang cukup menyulitkan, apalagi untuk masyarakat kota.

Menurut penjelasan Yoyo, anggota karang taruna, terdapat banyak mahasiswa maupun pelajar yang datang untuk belajar mengenai tanaman mangrove di Hutan Mangrove Batukaras. Para siswa diajari dari mulai bagaimana cara menanam, merawat, budidaya, hingga mengenali berbagai jenis mangrove.

Dalam upaya untuk memberikan fasilitas yang memadai dalam pelatihan, Pihak pengelola menunjuk salah seorang pelatih yang bertugas untuk memberikan pengetahuan mengenai mangrove kepada para pelajar yang datang.

Bibit mangrove juga sudah disediakan di sana. Pelajar hanya perlu mencoba untuk menanamnya. Namun bibit tersebut tentu tidak serta merta gratis untuk digunakan. Para pelajar dikenakan biaya Rp. 5.000 untuk menggunakan satu bibit pohon. Biaya tersebut cukup murah, dan dapat dianggap sebagai cara untuk membantu pengembangan fasilitas di karang taruna.

Para pelajar yang telah membeli bibit, dipersilakan menanam bibit mangrove di titik mana saja di hutan mangrove ini. Saat penanaman, pelajar didampingi pelatih. Menurut petugas lainnya, Nana, menanam mangrove saat ini dihantui oleh hambatan berupa banyaknya sampah yang terbawa arus.

Hal tersebut menyebabkan bibit dapat patah, dan menggagalkan pertumbuhan mangrove. Menurutnya sampah datang, hanyut dari aliran sungai yang melewati area tersebut. Pertumbuhan mangrove sendiri terbilang cukup lambat.

Dalam 3 tahun, sebatang pohon mangrove hanya bisa bertumbuh sekitar 1 meter. Meski demikian, mangrove harus sering ditanam untuk menjaga kelestarian lingkungan. Diketahii hutan mangrove merupakan tempat hidup dan menjadi sumber makanan bagi para hewan yang tinggal.

 

Sumber dan foto diambil dari berbagai sumber di Internet.

Editor: Weliam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *