APGI Selenggarakan Program Kursus Pemandu Wisata Gunung

IndonesiaBetter— Gunung merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat banyak ditemukan, diberbagai wilayah di Indonesia. Beberapa gunung di Indonesia tersebut, diketahui memiliki berbagai kekayaan flora maupun fauna.

Pesona wisata gunung dan petualangan yang ada di Indonesia saat ini, tidak hanya diminati oleh warga lokal, namun juga internasional. Banyak petualang atau wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk menikmati keindahan gunung Indonesia.

Tentunya pesona dari gunung sendiri belum cukup, untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang. Kita juga tentunya wajib menyediakan wanawisata yang berkualitas, salah satu kunci yang penting adalah Sumber Daya Manusia (SDM), dan juga fasilitas infrastruktur bagi para wisatawan.

Untuk semakin menggali potensi wisata petualangan di Indonesia, APGI baru baru ini melaksanakan Program Kursus Pemandu Wisata Gunung, untuk meningkatkan kualitas dari SDM para Pemandu Gunung. Program tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 27 Januari 2019, di Gunung Geulis Campsite.

Sejarah APGI

APGI merupakan singkatan dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, dan berfungsi sebagai wadah bagi orang-orang yang berprofesi sebagai pemandu gunung profesional di Indonesia. Asiosasi ini telah terbentuk sejak tahun 2016, dan saat ini memasuki tahun ke-3 nya.

Selama 3 tahun berjalan, semakin banyak para pemandu gunung yang bergabung di dalam asosiasi tersebut. Namun sayangnya, pendidikan yang didapatkan dari para pemandu gunung yang bergabung, biasanya didapat secara informal.

Meningkatkan Kualitas SDM Pemandu Gunung

Menyadari hal tersebut, APGI berupaya untuk memberikan standar kompetensi melalui program sertifikasi kompetensi, bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi, kepada 816 pemandu gunung yang ada di Indonesia, di 16 daerah yang berbeda.

Namun upaya tersebut, tidak berakhir sampai disana. APGI pada tahun ke empatnya, berupaya untuk melaksanakan program pengembangan SDM yang didasari oleh kompetensi.

Program Kursus Berbasis Kompetensi

Asosisasi berupaya untuk menyelenggarakan program kursus dan pelatihan berbasis kompetensi, kepada para pemandu gunung dengan nama”Kursus Pemandu Wisata Gunung Tingkat Dasar Tahun 2019”.

Program yang dilaksanakan pada 22 hingga 27 januari ini memadukan materi dari teori dan praktek. Program tersebut dilakukan di Gunung Geulis Campsite sebagai pelatihan materi, sementara Gunung Kencana untuk pelatihan simulasi.

Peserta Dari Berbagai Wilayah Indonesia

Untuk program kursus yang pertama kali diadakan oleh APGI, ada 24 peserta yang mengikuti program pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung, Malang, dan Lombok. Para peserta tersebut sebelumnya, belum pernah menjadi pemandu gunung, namun pernah mendaki gunung. Mereka berniat untuk menekuni profesi pemandu gunung, dengan mengikuti program kursus tersebut.

Program kursus yang dilaksanakan pada tahap pertama ini, mengambil tema “Cerdas, Terampil dan Bertangggung jawab”, hal tersebut sejalan dengan visi dan misi untuk mewujudkan pemandu gunung berbasis kompetensi.

Menurut Rahman Mukhlis, Kepala Program Kursus Pemandu Wisata Gunung, Unsur kompetensi yang diwajibkan bagi para pemandu gunung adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif. Dengan mengikuti pelatihan tersebut, Asosiasi berharap para peserta dapat menjadi pemandu gunung yang cerdas, terampil, dan juga memiliki tanggung jawab.

Standar Kompetensi Pemandu Gunung

Selama Kursus sendiri, para peserta juga diberikan pengetahuan dasar, mengenai pemanduan gunung selama 3 hari di kelas, kemudian mereka juga melatih keterampilan serta nilai nilai yang harus dipegang sebagai pemandu gunung.

Secara utuh, setidaknya ada 9 standar kompetensi yang merujuk kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Pemandu Wisata Gunung. 9 poin tersebut antara lain adalah Pengantar Kepemanduan Gunung, Pemahaman SKKNI PWG, Kepemimpinan dan Manajemen Perjalanan, Teknik Dasar Pendakian Gunung, Manajemen Resiko, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Ilmu Medan Peta dan Kompas, Interpretasi serta Teknik Hospitality.

Dihadiri Oleh Pemandu Gunung Senior

Dalam rangka mendukung pencapaian belajar tersebut, kursus kali ini melibatkan beberapa senior, instruktur pemandu gunung untuk memberikan materi-materi tingkat dasar, seperti Adiseno, Vicky Gosal, dr.Iqbal dan Ripto Mulyono.

Sebagai program yang dilaksanakan pertama kali, dan menjadi langkah baru bagi APGI dalam mewujudkan pemandu gunung berkompetensi, program tersebut dibuka oleh Ketua Umum APGI, Bapak Ronie Ibrahim.

Dalam pembukaannya, Bapak Ronie menyampaikan, kebanggaan pada antusiasme para peserta yang datang dari berbagai daerah, untuk mengikuti kursus tersebut. Ia juga menyebutkan program ini akan menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri wisata gunung pada kedepannya.

Ia juga berharap, para peserta program kursus dapat mengikuti pelatihan dengan bersungguh-sungguh, sehingga apa yang didapat para peserta pada pelatihan ini, dapat berguna dan para peserta nanti akan menjadi benar-benar kompeten.

Ronie juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak berhenti hanya karena telah menyelesaikan kursus. Para peserta diminta untuk terus berkembang, untuk menjaga kualitasnya sebagai pemandu gunung berkompetensi.

Terimakasih juga disampaikan ketua APGI kepada berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya program tersebut. Perlu diketahui, program kursus yang dilaksanakan oleh APGI ini diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia dan Indonesia Outdoor Consultant, dibantu oleh pihak dari Gunung Geulis Campsite.

Dengan adanya pelatihan tersebut, tentu pada masa yang akan datang, perwisataan gunung di Indonesia akan semakin meningkat. Tentunya masyarakat juga harus mendukung program dan upaya dari APGI, dengan melindungi lingkungan, dan tidak membuang sampah di sekitar area gunung. kerjasama yang sangat baik ini, tentu sangat mendukung harapan menuju Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Penulis: Weliam

Editor: Irvan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *