Mengharumkan Indonesia Melalui Olahraga Orienteering

Indonesiabetter.com – Kabar gembira datang dari olahraga orienteering yang tiap tahunnya semakin ramai digeluti.

Indonesia mengirimkan 21 atlet dari berbagai klub yakni KSG SAC Universitas Negeri Semarang, Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto, KMPA Eka Citra Universitas Negeri Jakarta, Contour Orienteering Tangerang, Makopala Universitas Budi Luhur, Ciara SMA N 5 Tangerang Selatan, Dinamik FT Universitas Muhammadiyah Surakarta, INA Management, dan anggota dari TNI AD.

Mereka bergelut di ajang Malaysia MY-O ASIA Cup 2018 yang berlokasi di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Perak, Malaysia.

Kejuaraan ini berlangsung pada 12 – 13 Mei 2018 dengan dua kategori perlombaan yakni sprint orienteering di hari pertama dan middle distance orienteering di hari kedua.

Ada 13 negara di Asia yang mengikuti kejuaraan -pertama kali di Asia Tenggara yang menerapkan International Orienteering Federation (IOF) world ranking- ini.

Dari total 176 peserta dari berbagai negara di Asia, Indonesia mengharumkan namanya karena berhasil meraih podium dalam kategori middle distance orienteering baik putra maupun putri.

Adapun kelas putra M21 yang berhasil meraih gelar tersebut yaitu peringkat kedua diraih Rizky Ajie Kurniawan (Makopala Universitas Budi Luhur) dengan waktu 36:27; peringkat keempat diraih Letda Kav M. Buchori Fauzi (YONKAV 8/ Kostrad); peringkat kelima diraih Prada Khoirul Budiyanto (328 DMOT /divisi 1 Kostrad). Pada kelas putra total jarak tempuh rute lintasan 5,4 km dengan total 13 kontrol poin.

Sementara untuk kelas putri total jarak tempuh rute 4,6 km dengan total 8 kontrol poin. Pada kelas W21 peringkat kedua diraih Serka (K) Ernita (Kodam III Siliwangi) dengan waktu 32:49; peringkat ketiga diraih Sertu (K) Maria Risaputty (Hubdam XIII/Kasuari) dengan waktu 33:18; peringkat kelima diraih Serda (K) Pebti Feriyanti (Kodam IX Udayana).

Untuk kelas W18 meraih peringkat kedua oleh Maula Hidayati (Ciara SMA N 5 Tangsel) dengan waktu 51:19; sedangkan kelas W20 meraih peringkat kelima Asri Kori Khaeranisa (INA management).

Ini bukanlah ajang pertama kali bagi Indonesia mengikuti kejuaraan orienteering tingkat internasional. Pada beberapa tahun sebelumnya, atlet-atlet terbaik Indonesia telah berlaga di kejuaraan orienteering di Malaysia dan Taipei serta berhasil meraih gelar tiga besar pula.

Orienteering adalah olahraga yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas untuk menyelesaikan suatu lintasan dari titik kontrol satu ke titik kontrol lainnya dalam waktu sesingkat mungkin.

International Orienteering Federation (IOF) menetapkan empat disiplin orienteering yaitu foot orienteering, MTB orienteering, Ski orienteering, dan trail orienteering (untuk penyandang disabilitas). Indonesia memiliki lembaga yang mengelola dan menaungi olahraga ini yaitu Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI).

(NH/ Humas FONI)