Tedi Ixdiana dan Expedisi 1000 Jembatan Gantungnya

tedi-ixdiana-expedisi-1000-jembatan-gantung

Indonesiabetter.com – Nama Tedi Ixdiana, sepertinya sudah tak asing lagi terdengar di kalangan komunitas penggiat alam, khususnya yang berkecimpung di dunia panjat tebing. Dilihat sekilas dari postur tubuhnya yang kecil mungil, bagi yang pertama kali bertemu dengannya, mungkin tidak akan mengira aksinya di ketinggian, dan mungkin juga aksinya itu akan mengingatkan kita. akan aksi dari tokoh fiksi Marvel, yakni Spiderman.

Dengan ciri khas pembawaannya yang santai, siapa sangka bahwa Tedi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak pemuda bibit unggul yang dimiliki Indonesia saat ini.

Kecintaannya akan dunia panjat tebing, bermula saat ia masih mengenyam pendidikan di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), seingatnya  momen itu berlangsung di tahun 1987 saat pria kelahiran 22 September 1971 ini menginjak usia 16 tahun.

Saat itu sebenarnya ia hanya terbawa arus oleh hobi teman-teman dekatnya, ia pun tertarik untuk mencoba-coba ikut latihan. Tebing pertama yang ia panjat bersama kawan-kawannya adalah Tebing setinggi 60 meter, yang dikenal dengan nama tebing Cisarunggung yang berada di kota Bandung. Hingga pada tahun 90an, ia jadi benar-benar jatuh cinta dengan dunia panjat tebing yang telah mulai ia kenali lebih dalam, setelah itu Tedi pun memutuskan untuk aktif dalam kegiatan tersebut.

Beberapa event panjat tebing telah ia ikuti kala itu, hingga semakin hari jam terbangnya menjadi semakin bertambah. Ia mengaku, hampir semua tebing yang ada di Indonesia sudah pernah ia panjat dan Tedi selalu sukses menaklukkan kegagahan tebing-tebing Indonesia yang terkenal curam dan berbahaya itu.

tedi-ixdiana-expedisi-1000-jembatan-gantung

Source Image :Twitter @kickandyshow

Tak hanya merayapi ketinggian tebing yang ada di Indonesia saja, kecintaannya akan dunia panjat tebing membawa langkah kakinya untuk pergi menjelajah ke beberapa Negara di Asia, bahkan hingga ke Amerika. Di luar negeri, bukan pusat hiburan atau obyek-obyek wisata yang ia datangi, ia pergi ke tanah seberang hanya untuk menaklukkan tebing-tebing gahar yang ada disana.

Pengalamannya yang sudah matang dan jam terbangnya yang lumayan tinggi, membuat Tedi Ixdiana menjadi salah satu bagian dari pioneer terbaik penggiat alam bebas, khususnya di dunia panjat tebing negeri ini.

Ia pun sudah seringkali dipercaya untuk mengisi posisi supervisor dalam sebuah event serupa hingga didapuk menjadi pengisi acara dalam beberapa acara televisi seputar dunia pecinta alam, baik dari televisi swasta maupun televisi Nasional.

Meski mengaku jarang mengikuti kejuaran-kejuaran panjat tebing, nama Tedi tercatat pernah mengikuti sebuah event kejuaran panjat tebing, yang digelar di negeri Tiongkok. ia pun sering dipercaya sebagai perwakilan dalam beberapa kali event pertukaran pemanjat dari Negara-negara lain di dunia.

Hobi Motocross

Olahraga ekstrim bagi Tedi seakan telah merasuk di kedalaman jiwanya, bagaimana tidak? Bukan hanya hobi panjat tebing saja, Tedi Ixdiana ini juga memiliki satu kegemaran yang juga tak kalah sangarnya, yaitu mengendarai motocross.

Bukan hanya sekedar main-main saja, skill yang dimiliki Tedi dalam menjoki si kuda besi dilintasan penuh hambatan juga sudah tak bisa diragukan lagi. Beberapa kali ia mengikuti kejuaraan motocross, dan beberapa kali juga ia telah meraih predikat juara. Salah satu prestasi Tedi ketika memacu sepeda motor cross adalah pencapaiannya dalam meraih predikat atlet terbaik Ikatan Motor Indonesia, di Provinsi Jawa Barat pada kategori cabang motocross.

Expedisi 1000 Jalur Panjat Tebing

tedi-ixdiana-atlet-panjat-tebing

Source Image : Google+ Tedi Ixdiana

Seakan masih merasa kurang akan pembuktian kecintaannya pada dunia panjat tebing, Tedi dan kawan-kawannya membuat satu program yang tidak kalah menakjubkan, yakni ekspedisi untuk membuka 1000 jalur panjat tebing untuk Indonesia. Ia dan tim memang terbilang sangat gencar untuk dapat segera menyelesaikan misi Ekspedisi, namun meskipun demikian Tedi Ixdiana juga menuturkan bahwa pencapaian yang ingin diraihnya tak cukup hanya pada keberhasilan dalam segi kuantitas saja. Tedi juga sangat berhati-hati tentang tingkat keamanan jalur yang dibuka melalui ekspedisi 1000 jalur panjat tebing tersebut. Dalam hal ini, ia juga mengutamakan Safety procedure untuk spot atau titik jalur pemanjatan.

Ia beharap apa yang telah dilakukan bersama dengan timnya dari komunitas Vertical Rescue Indonesia dapat bermanfaat bagi Negaranya.Terutama agar olahraga panjat tebing yang sangat dicintainya tersebut semakin banyak diminati kalangan luas.

Beberapa jalur panjat tebing yang telah berhasil ia buka, beberapa diantaranya, bahkan menjadi satu tempat wisata baru yang memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Salah satunya adalah seperti yang ada di Gunung Kidul, yaitu Tebing Suing. Tebing Suing kini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Gunung Kidul yang cukup banyak diminati oleh masyarakat.

Bukan hanya membuka lahan pariwisata saja, Tedi dkk juga memberikan bimbingan atau pelatihan khusus kepada warga setempat untuk dijadikan guide hingga pelatih tim penyelamatan di ketinggian atau Vertical Rescue.

Program 1000 Jembatan Gantung 

tedi-ixdiana-expedisi-1000-jembatan-gantung

Image Source : MediaIndonesia

Berawal dari expedisi 1000 jalur panjat tebing yang gencar ia gelar bersama tim Vertical Rescue Indonesia. Pada saat itu Tedi dkk sedang melakukan pendataan serta pemetaan wilayah terkait tebing-tebing yang akan dibuka menjadi jalur pemanjatan tebing.

 

Ketika dilakukannya pendataan serta pemetaan wilayah puncak Cartenz Papua, Tedi dan Tim sempat terlibat dalam pembangunan sebuah jembatan penghubung antar tebing yang berjarak sekitar 25 meter di ketinggian 4.880 meter diatas permukaan laut. Berbekal keahlian dalam merangkai tali, mereka menyatukan satu persatu papan kayu yang dijadikan sebagai alas jembatan. Pekerjaan beresiko ini bahkan mampu mereka tuntaskan dengan sangat cepat, tak lebih dari 2 jam.

Dari situlah Tedi dkk berfikir, alangkah baiknya jika kegiatan yang mereka lakukan itu, dapat dirasakan langsung manfaatnya untuk masyarakat.

Mengingat masih banyak daerah-daerah terpencil di Indonesia yang terisolir, karena keterbatasan sarana, yakni jembatan penghubung untuk satu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

Maka dari itu Tedi berserta tim Vertical Rescue Indonesia dari Komunitas Panjat Tebing Merah Putih mendeklarasikan program terbarunya, yakni Expedisi 1000 jembatan gantung untuk Indonesia.

Setelah jembatan pertama di Carstensz Pyramid Papua pegunungan jayawijaya terlaksana, program tersebut dilanjut jembatan kedua di sungai cimanuk garut pasca banjir bandang yang melanda kota tersebut beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, tercatat total sudah ada 40an jembatan gantung telah berhasil mereka buat, dengan bekerjasama dan atas bantuan masyarakat sekitar.

Dalam suatu kesempatan, Tedi mengatakan bahwa apa yang ia lakukan dengan rekan se-timnya ini, semata-mata adalah suatu bentuk sumbangsih mereka, untuk turut serta mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Tedi berharap, semoga semua sumbangsih darinya tersebut, bisa turut membangkitan spirit dan inspirasi baru bagi negeri tercinta ini, terutama bagi kalangan penggiat alam terbuka pada khususnya.