Reenactment, Alternatif Mengingat Sejarah Untuk Generasi Digital

komunitas-reenactment-indonesia

komunitas-reenactment-indonesiaIndonesiabetter.com – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Itulah sepenggal ungkapan yang dahulu keluar dari mulut seorang yang paling berpengaruh di Indonesia, Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.  Kalimat yang begitu fenomenal itu terkenal dengan singkatannya Jasmerah, yang hingga saat detik ini masih terus terngiang dan diserukan oleh masyarakat Indonesia, dengan tujuan untuk kembali menumbuhkan semangat perjuangan dalam membangun dan menjaga tanah air tercinta.

Di era digital yang segala sesuatunya banyak bergantung dengan teknologi, sepertinya menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk dapat mengenali sejarah bangsa kita sendiri. Karena meskipun adanya teknologi digital di satu sisi juga ikut memudahkan bagi setiap orang untuk dapat mengakses informasi mengenai segala hal, khususnya sejarah. Namun, sepertinya minat untuk mengakses konten yang berkisah tentang catatan sejarah masa lalu, masih kalah jika dibandingkan dengan minat kita untuk bersenda gurau di berbagai situs media sosial.

Untuk itulah, sangat diperlukan adanya pendekatan khusus dalam rangka mencegah timbulnya fenomena lupa sejarah, yang sudah mulai banyak dialami oleh para generasi yang hidup di zaman milenial, seperti saat ini.

Komunitas Reenactment Indonesia

komunitas-reenactment-indonesia

Komunitas unik ini lahir karena keprihatinan para penggiatnya akan semakin banyaknya pemuda yang memilih sikap acuh terhadap sejarah bangsanya sendiri.

Komunitas ini menyebar di seluruh wilayah di Indonesia dengan berbagai nama kelompok mereka masing-masing. Salah satunya adalah sepereti yang ada di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kab. Bandung. Kelompok ini menamakan dirinya dengan sebutan Komunitas HvB atau Komunitas Historia van Bandoeng.

Kegiatan yang dilakukan adalah mereenactment atau menceritakan kembali dengan memperagakan atau yang bisa juga diartikan dengan me-reka ulang peristiwa-peristiwa penting yang tertulis dalam catatan ssejarah bangsa Indonesia. Mereka biasanya menggelar event tersebut setiap satu tahun sekali, dengan tema-tema dan latar cerita yang berbeda.

Didirikan pada tahun 2013 yang silam, telah beberapa kali HvB mengadakan gelaran reenactment sejarah tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam mengusir para penjajah. Mulai dari perjuangan di masa kolonial Belanda, hingga peristiwa agresi militer Belanda yang kedua sudah pernah mereka buat reka ulangnya.

Menurut penuturan dari Bambang Kamajaya, salah seorang pendiri dari komunitas ini menyebutkan bahwasanya, kelompok reenactment yang menamakan dirinya HvB ini dibentuk atas dasar kecintaan terhadap sejarah. Selain dari pada itu, HvB didirikan juga untuk bisa dijadikan sebagai wadah penyaluran hobi bagi para pecinta sejarah yang ada di kota Kembang dan sekitarnya.

Komunitas HvB ini juga mengadakan sebuah rutinitas berkumpul di museum Mandala Wangsit, baik untuk sekedar silaturahmi maupun untuk berdiskusi tentang sejarah terutama sejarah perjuangan bangsa Indonesia hingga sejarah peradaban Sunda di masa lampau.

Persiapan untuk Event Reenactment

Keseriusan Komunitas Historia van Bandoeng dalam mencoba mengenalkan sejarah pada generasi muda dan berjuang untuk tetap menjaga kemurniannya memang tidak bisa diragukan lagi. Bahkan untuk setiap event reenactment yang akan digelar, mereka melakukan persiapan yang bergitu matang.

Langkah pertama mereka sebelum mulai mereenactment sejarah, mereka akan terlebih dahulu melakukan berbagai macam riset, dan mengumpulkan data-data, baik dari catatan buku sejarah, hingga berburu informasi kesetiap wilayah yang mana merupakan titik terjadinya suatu peristiwa bersejarah tersebut.

Setelah melakukan riset yang panjang, barulah mereka menyiapkan urutan lengkap adegan per adegan, hingga membuat naskah dialog agar tampilan yang mereka persembahkan sesuai dengan fakta sejarah yang akan dilakonkan. Lalu, setiap anggota akan mendapatkan perannya masing-masing.

Tak berhenti sampai disitu, peralatan yang akan digunakan mualai dari kostum, senjata, perabot, hingga kendaraan yang akan digunakan juga sebiasa mungkin disesuaikan dengan aslinya. Dalam hal ini biasanya akan berkaitan dengan peran apa yang akan dibawakan nanti, karena biasanya peran dipilihkan untuk masing-masing anggota sesuai dengan kemampuan atau ketersedian alat pendukung yang mereka miliki.

Kegiatan-kegiatan bermanfaat yang digelar oleh komunitas HvB ini memang telah terbukti menjadi satu daya tarik bagi masyarakat agar dapat lebih mengenal sejarah bangsa mereka. Dilihat dari antusiasme publik yang cukup baik, sepertinya metode pengenalan sejarah dengan reenactment ini patut untuk dikembangkan, mengingat peran sejarah sendiri yang sangat penting bagi kesuksesan di masa mendatang. Seperti satu peribahasa yang menyebutkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai sejarahnya.