Empat Santri Pondok Borong Medali di Kontes Robot Internasional

santri-juara-robot-internasional-1

santri-juara-robot-internasional-1Indonesiabetter.com – Ilmu agama dan teknologi memanglah dua hal yang munkgin bisa dikatakan berseberangan. Namun meskipun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwasanya melihat Indonesia saat ini yang sedang berada dalam kondisi krisis akhlak, membuat peran agama menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mengembalikan jati diri para generasi penerus bangsa.

Demikian pula dengan ilmu teknologi, perkembangan jaman yang semakin tak terbendung membuat kita mau tak mau harus mengikuti arus dengan membuat inovasi-inovasi baru untuk mengejar ketertinggalan. Karena bagaimanapun, hidup di zaman yang serba canggih seperti saat ini sungguh disayangkan jika Indonesia hanya menjadi bangsa konsumen saja, karena kurangnya sumber daya manusia yang mampu menciptakan satu gebrakan di bidang teknologi.

Santri Pondok Juara Kontes Robot

Tak cuma pandai mengaji dan berbagai cabang ilmu agama lainnya, para santri-santri muda kebanggaan Indonesia ini ternyata juga sangat paham dan begitu antusias mempelajari tentang ilmu teknologi. Khususnya teknologi robotik.

Di salah satu kota kecil yang berada di Jawa Timur, yakni Blitar, ada empat orang anak muda yang masih berstatus pelajar atau santri di pondok pesantren Mambaus Sholihin, Sumber, Sana Kulon, Blitar yang telah berhasil membawa semerbak harum nama Ibu pertiwi di kancah Internasional dengan menjadi juara dalam sebuah kotes robot yang diselenggarakan di Negeri Sakura Jepang tahun 2017 yang lalu, Osaka Robotic Games 2017.

Tak tanggung-tanggung ke empat santri yang masing bernama Moh Gymnastiar, Bahrul Bahria,  Noval Hanif serta Farhan Habibi itu berhasil mempersembahkan 5 medali untuk Indonesia dalam satu kejuaraan. 5 medali yang mereka dapatkan itu diantaranya adalah satu buah medali emas, tiga perak, dan satu lagi medali perunggu.

Mereka mengaku bahwa untuk mengikuti ajang tersebut, persiapan telah dilakukan hanya dalam waktu 4 bulan saja. Bukan hal yang mustahil, karena menurut penuturan dari mereka serta pengasuh pondok sendiri, ponpes Mambaus Sholihin memang memberikan materi pelajaran robotik kepada santri-santrinya. Hal ini bertujuan agar para santri pondok nantinya setelah lulus, tak hanya bermanfaat ilmu agamanya bagi masyarakat, namun mereka diharapkan juga bisa memiliki peran penting dalam kemajuan teknologi di tanah air tercinta, Indonesia.

Image Source : Detik

Empat Robot Buatan Santri Blitar

 

Keempat santri dari Blitar ini membuat empat robot yang diikutkan dalam kontes robotic tersebut, keempat robot tersebut adalah dua buah robot soccer serta satunya lagi adalah dua buah robot line follower.

Dari keempat robot tersebut pada kategori Maze Solving dan Sumo Race salah seorang santri bernama Moh Gymnastiar bahkan berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus, yakni pada kategori Sumo Race, ia mendapatkan medali emas, sedangkan untuk kategori Maze Solving Gymnastiar berhasil meraih medali perak.

Teman setimnya Bahrul dan Farhan, juga berhasil memenangkan kejuaraan dengan meraih medali perak di kategori team soccer. Tak ketinggalan, nouval juga meraih juara dua dan tiga pada kategori sumo racing dan juga soccer.

Dengan prestasi yang dicapai oleh keempat anak tersebut, tak hanya jajaran pengurus pondok pondok saja yang merasa puas, pemerintah setempat yang diwakili oleh Bupati Blitar pun juga sangat mengapresiasi prestasi gemilang yang telah diraih oleh putra daerahnya.

Bahkan diketahui, sebelum ajang kontes robot Jepang itu digelar, Moh Gymnastiar dengan robotnya line follower juga telah mampu membuat decak kagum dengan keberhasilannya memenangkan pertandingan robot di event International Robotic Training Competition yang diadakan di Johor, Malaysia, dengan menyabet prediket juara pertama. Sungguh satu pencapaian yang luar biasa.

Dengan munculya bibit-bibit unggul di tanah air, tentunya akan semakin menambah deretan daftar prestasi anak bnagsa yang telah membawa nama harum Indonesia di tingkat dunia. Kabar membanggakan ini semoga dapat memotivasi kita terutama kawan-kawan pemuda agar terus semangat dalam berkarya untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam segala bidang dengan negara-negara besar lainnya yang ada di seluruh dunia.