Opsih Gunung Guntur Jilid III, Mengubah Paradigma Para Pengejar MDPL

Indonesiabetter.com Pada tanggal 17 – 18 Februari 2018, Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) bersama dengan “Volunteer Gunung Guntur Garut” melakukan kegiatan Opsih (Operasi Bersih) Gunung Guntur Jilid III. Opsih tersebut mengusung tema “Mengubah Paradigma Para Pengejar MDPL”.

Tujuan dari adanya Opsih ini adalah untuk meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran para pencinta alam, pendaki, penggiat alam, atau traveller agar bisa lebih menjaga kelestarian alam, khususnya di Gunung Guntur.

Mereka harus menyadari bahwa permasalahan sampah yang ada di Gunung Guntur merupakan tanggung jawab bersama dan juga sebagai sarana edukasi serta aksi dalam penanggulangan penumpukan sampah yang ada di gunung.

Target peserta pada Opsih Gunung Guntur Jilid III ini adalah sebanyak 500 orang yang berpartisipasi. 500 peserta tersebut terdiri dari seluruh pecinta alam, baik itu dalam naungan komunitas atau independen, pelajar atau mahasiswa, dan umum.

Yang menjadi sasaran utama dari kegiatan Opsih Gunung Guntur Jilid III ini adalah sepanjang jalur pendakian Gunung Guntur. Kegiatan ini memiliki berbagai acara, yaitu ramah tamah atau diskusi, kegiatan membersihkan sampah, penyetoran sampah dan juga penilaian, serta pemberian hadiah kepada peserta terbaik sebagai apresiasi.

Sampah di 2.249 MDPL

Gunung Guntur yang terletak di Kabupaten Garut ini merupakan salah satu gunung berapi dengan ketinggian 2.249 meter di atas permukaan laut. Gunung Guntur juga merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di bawah pengawasan Balai Besar KSDA Jawa Barat.

Kawasan puncak Gunung Guntur memiliki kaldera yang berukuran sangat besar dan dalam, kaldera tersebut berasal dari bekas letusan. Gunung Guntur memiliki tanah yang umumnya berpasir sehingga jarang ditumbuhi tanaman dan tampak gersang. Sebagian kawasan Gunung Guntur banyak ditumbuhi ilalang yang membuatnya tampak seperti padang savana. Pada kawasan puncaknya, Gunung Guntur hanya ditumbuhi beberapa tanaman cantigi. Bukan hanya cantigi, pohon pinus juga banyak tumbuh di Gunung Guntur ini.

Seperti pada gunung yang lain, Gunung Guntur juga memiliki berbagai pesona yang bisa membuat betah para pengunjung atau pendaki untuk berlama-lama berada di Gunung Guntur. Keindahan yang disuguhkan pada setiap gunung selalu berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri.

Ada beberapa hal menarik yang bisa didapatkan saat mendaki dan mencapai di puncak Gunung Guntur ini, para pendaki dapat melihat dan menikmati keindahan kota Garut dengan pemandangan yang sangat jelas. Pada saat malam hari, pendaki yang menginap dan membangun tenda akan disuguhi pemandangan yang indah dengan gemerlap lampu Kota Garut.

Selain pemandangan kota Garut pada siang dan malam yang bisa dilihat dari puncak Gunung Guntur, ada pemandangan yang tak kalah menakjubkan yang diberikan oleh Gunung Guntur, saat malam hendak berganti pagi, pendaki akan mendapatkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Para pendaki atau pengunjung dapat menikmati keindahan matahari terbit (sun rise) karena matahari akan secara perlahan menampakkan keindahan cahaya pagi yang sangat memanjakan mata dan pikiran.

Karena berbagai hal indah itulah yang membuat Gunung Guntur menjadi tujuan utama dan menjadi destinasi favorit bagi mereka yang suka dengan gunung dan pemandangan alamnya yang asri. Namun karena keindahan alam yang sangat menggoda itu juga banyak menimbulkan beberapa dampak negatif. Dampak yang disebabkan oleh pendaki yang tidak bertanggung jawab paling besar adalah masalah sampah.