Prestasi Anak Bangsa di Ajang Lomba Tembak ASEAN Army Rifle Meet (AARM) Ke-27

Indonesiabetter.com Di tengah kisruhnya dunia politik di Indonesia, prestasi anak bangsa di ajang lomba tembak Asean Army Rifle Meet (AARM) ke-27 menjadi angin segar bagi pemberitaan di Indonesia. Bagaimana tidak, TNI AD yang menjadi perwakilan dari Indonesia dalam kejuaraan yang di adakan di seingapura ini, berhasil meraih posisi juara umum. Ini artinya Indonesia telah meraih 12 kali predikat juara umum dalam kejuaraan yang sama.

Asean Army Rifle Meet (AARM) sendiri adalah lomba tembak antar angkatan darat yang diikuti negara-negara ASEAN. Kejuaraan ini diselenggarakan di singapura pada 14 November hingga 23 November 2017 lalu.

Tidak hanya menjadi juara umun saja, kontingen TNI AD meraih prestasi terbaik dan mencetak rekor terbaru dalam sepanjang sejarah penyelenggaraan AARM.

Rekor baru ini yaitu TNI AD bershasil memperoleh 9 trofi dari 15 trofi yang di perebutkan, kemudian meraih 31 emas medali dari total 45 medali yang diperebutkan.

Sembilan trofi Kebanggaan

Sembilan trofi yang berhasil diraih tersebut, masing-masing diperoleh dari berbagai cabang lomba, meliputi 2 trofi dari materi senapan yang diraih oleh Sertu Woli Hamzan (Divif 1 Kostrad), 1 trofi dari karaben yang diraih oleh Praka Zulkarnaen Amirullah (Kodam II/Sriwijaya).

2 trofi dari pistol putra yang diraih oleh Lettu Inf Safrin Sihombing (Kopassus) , 2 trofi dari senapan otomatis (champion individual in overall tim) yang diraih oleh Serka Priyanta serta Sertu Hari Mulyono (Kopassus) dan 1 trofi terakhir dari pistol putri yang diraih oleh Sertu Carlelis Manusama (Kodam XVI/Pattimura).

Lomba ini merupakan momen yang krusial dan sangat strategis untuk menunjukkan kredibilitas dan kapabilitas prajurit TNI AD di dunia militer internasional. Mengingat lomba ini membawa nama baik angkatan militer Indonesia di depan angkatan militer seluruh negara ASEAN, maka selain menjadi ajang interaksi sesams prajurit militer angkatan darat dari negara lainnya, AARM juga bisa menjadi tempat untuk menunjukkan profesionalitas prajurit yang Indonesia miliki di mata dunia.

Saingat terkuat kontingen TNI AD di AARM ini berasal dari angkatan darat negara Thailand yang menempati peringkat kedua yang berhasil meraih 3 trofi dan 7 medali emas. Sementara agkatan darat dari negara Filipina yang membawa pulang 1 trofi dan 3 medali emas berhasil menjadi juara ketida pada kompetisi yang sudah digelar tiap tahun sejak 1991.

Kecakapan TNI AD sudah mulai terlihat oleh kontestan negara lain pada tahun 1992 saat pertama kali menjadi juara umum AARM di tahun kedua tergelarnya acara ini yang berkebetulan Indonesia menjadi tuan rumah. Beberapa kali Indonesia telah mendapatkan gelar menjadi juara umum. Seperti pada tahun 2004 saat lomba tersebut kembali digelar di Indonesia, para prajurit TNI AD yang ikut bertanding, berhasil memperoleh gelar juara umum. Status juara umum baru kembali ke tangan Indonesia pada tahun 2006 di Thailand.

Pada tahun 2008 sampai tahun 2014, kontingen Indonesia berhasil mempertahankan status juara umum dalam waktu 7 tahun berturut-turut. Namun pada tahun 2015 status juara umum berhasil direbut oleh Thailand, yang merupakan penyelenggara AARM 2015. Hanya satu tahun Thailand memakai gelar juara umum AARM, kemudian pada tahun 2016 lalu, dan tahun ini, kontingen Indonesia berhasil merebut gelar juara umum kembali.