“ADik Papua Bela Negara”

Bela Negara

Bela Negara

Rumpin (IndonesiaBetter) – Sebagai wujud tanggung jawab bersama, akan pentingnya pembinan kesadaran bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia. Kementrian Pertahanan RI, bekerjasama dengan Kementrian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), melaksanakan kegiatan “Diklat Kader Muda Bela Negara” bagi Orang Asli Papua (OAP) Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) TH.2017.

Diklat yang diselenggarakan, dimulai sejak tanggal 18-24 Juli 2017, bertempat di Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan, Bogor. Yang secara resmi dibuka oleh Menristekdikti Prof.H.Mohamad Nasir, Ph.D,AK.

Menurut Kemenristekdikti, perlu adanya pembekalan Pendidikan Bela Negara, demi meningkatkan rasa nasionalisme serta pembentukan karakter yang berjiwa Pancasila. Karena pendidikan bisa mengangkat derajat, dan membantu untuk mengenal serta menyerap nilai universal, guna menghindari berfikir sempit dan pragmatis. Merujuk dari evaluasi Program ADik – Orang Asli Papua TA 2012 – 2016.

Diklat Bela Negara Program ADik, disesuaikan dengan Ketentuan umum Program ADik, yaitu Program keberpihakan pemerintah, terhadap putra-putri asal daerah (Terluar, Terdepan dan Tertinggal), Orang Asli Papua untuk dapat menperoleh Pendidikan Tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (TPN).

Pada hari kedua, Rabu 19 Juli 2017, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, memberikan pembekalan kepada 1.031 peserta Diklat Program ADik – Orang Asli Papua, yang juga merupakan perwakilan dari 8 Kabupaten, antara lain :
*KOTA PAPUA (Jayapura, Biak, Wamena dan Merauke)
*PAPUA BARAT (Manokwari, Sorong, Kaimana dan Fakfak).

Dalam pembekalannya, Menhan menyatakan bahwa, masalah Bela Negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementrian TNI saja, akan tetapi telah menjadi tanggung jawab serta lapisan masyarakat. Menhan berharap dengan kegiatan ini, dapat terwujud Kader Muda Bela Negara, yang memiliki kemampuan yang bersifat fisik meliputi baris berbaris, penghormatan, pengibaran bendera Merah Putih dalam upacara bendera, serta terbangunnya karakter disiplin, kerjasama dan kepemimpinan, guna menjamin keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Adapun maksud diselengarakannya kegiatan tersebut, adalah membangun karakter Orang Asli Papua, yang memiliki kesadaran sikap dan perilaku yang berkepribadian Pancasila dengan dilandasi Patriotisme yag tinggi, serta menjunjung tinggi pentingnya aktualisasi nilai nilai bela negara.
Nilai nilai Bela Negara, yaitu:
*Cinta Tanah Air
*Sadar Berbangsa dan Bernegara
*Setia Kepada Pancasila sebagai ideologi negara
*Rela berkorban untuk bangsa dan negara
*Serta mempunyai kemampuan awal bela negara, baik psikis maupun fisik.

Sementara tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan tersebut, yaitu memberikan kesempatan kepada anak Orang Asli Papua, untuk memperoleh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri dan juga mendapatkan calon mahasiswa anak Orang Asli Papua melalui seleksi khusus, seperti Bernard yang ternyata mendapat kesempatan untuk menikmati kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Bandung yaitu Jurusan Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB). Harapannya setelah lulus dari kuliah, bisa ikut memajukan daerah asalnya, sehingga tidak ada lagi daerah Papua yang tertinggal jelasnya.

Papua ‘Surga Kecil yang jatuh kebumi’
Firmansyah Mawero