Bubur Sorgum IPB untuk Pengidap HIV/AIDS

 

Warnanya krem dengan tekstur mirip bubur ketan item. Meski rasanya tak selezat bubur beras, di tangan Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), bubur sorgum atau sormeal (sorgum meal) disulap menjadi bubur berkhasiat tinggi yang bisa meringankan penderita HIV/AIDS.

Memanfaatkan kandungan nutrisi dan antioksidan tinggi pada sorgum (Sorghum bicolor L.), Saiful Pratama, Irma Andriani dan Hafsah Safira Fatihati menciptakan bubur khusus bagi penderita HIV/AIDS (Human Immuno-deficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Sydromes) atau biasa disebut ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

Trio mahasiswa departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian itu menjadikan sormeal sebagai nutrisi pengganti obat ARV (Anti-Retroviral Virus) dalam menghambat pertumbuhan virus HIV dan meningkatkan imunitas tubuh ODHA. Bubur Sorgum dengan tambahan kismis, tepung kentang, dan susu  itu mampu memenuhi kebutuhan asam folat, Kalsium, vitamin C dan Vitamin B6 bagi ODHA.

“Sormeal ini adalah bubur instan berbahan dasar sorgum sebagai pangan alternatif untuk memenuhi nutrisi ODHA,” kata Saiful Pratama.

Untuk membuatnya, lanjut Saiful, tepung sorgum dikeringkan menggunakan alat penge-ring drum dryer yang bekerja pada suhu optimal 120 – 164 derajat celsius dan kecepatan putar 4 rpm. Hasil yang diperoleh berupa bubur instan kering yang memiliki kadar air rendah, sehingga memiliki umur simpan lebih lama dan praktis.

Dengan adanya sormeal, Saiful dan dua rekannya berharap agar penderita HIV/AIDS ti-dak bergantung dengan obat-obatan kimia, dan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Harapan sama dikemukakan Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN, Jolan Tedjo Kusumo. Ia merekomendasikan agar penggunaan sormeal untuk ODHA dijadikan program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI.

“Pemerintah bisa membuat produk sormeal sebagai pangan alernatif bagi ODHA yang sedang mengalami masa rehabilitasi,” ujarnya.

IPB sendiri melalui sayap bisnisnya, PT Bogor Life Science & Technology (BLST), dalam waktu dekat akan memproduksi sormeal instans dalam kemasan praktis. Sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa memperolehnya dengan mudah.
Guru Besar IPB, Fransiska Rungkat mengatakan, sebetulnya sormeal bukan hanya untuk ODHA namun bisa untuk semua kalangan. Hasil riset yang dilakukannya menunjukkan, jika sorgum bermanfaat untuk mencegah kanker dan diabetes serta beberapa penyakit degenerative lainnya.

sumber : http://www.inovasia.id/stories/ext/mahasiswa-ipb-ciptakan-bubur-sorgum-untuk-membantu-pengidap-hivaids