iBlind tablet khusus tuna netra aplikasi anti bencana

Muhammad Hanif Sugiyanto, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM dan Swakresna Edityomurti mahasiswa jurusan Teknologi Jaringan Sekolah Vokasi UGM membuat prototipe tablet untuk tuna netra.

Prototipe yang diberi nama iBlind yang dirancang untuk mentransfer kode huruf digital menjadi huruf braille yang bisa dibaca penyandang tuna netra.

Menurut Hanif, prototipe ini bekerja dengan cara sederhana. Ada tiga alat yang digunakan untuk menjalankan prototipe tersebut yaitu Display yang berbentuk kotak dengan kode braille di permukaannya, modul GSM untuk menerima pesan, dan Software penerjemah huruf digital menjadi braille.
Sementara itu rekan Hanif, Kresna menambahkan dalam mentransfer huruf digital menjadi braille prototipe iBlind ini bekerja dengan cepat. Hanya membutuhkan kurang dari 1 detik untuk satu karakter.
Tak hanya itu, tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada juga membuat aplikasi yang dapat mengantisipasi bencana alam.

“Aplikasi itu berbasis visual dan suara yang bisa menampilkan langkah tahapan antisipasi bencana, seperti erupsi gunung berapi, tanah longsor, topan tornado, gempa bumi, hujan abu vulkanik, banjir, kebakaran dan tsunami,” kata ketua tim Daniel Oscar Baskoro di Yogyakarta.

sumber : http://inovasia.id/stories/article/buat-iblind-tablet-khusus-tuna-netra-sampai-aplikasi-antibencana